BibitBenih

CARA MENANAM SAWI CAISIM SHINTA YANG BAIK DAN BENAR, AGAR TIDAK GAGAL PANEN

Sawi Caisim atau sawi hijau merupakan tanaman yang mudah tumbuh. Tidak membutuhkan lahan yang luas, Anda bisa menanam bibit Caisim dalam pot.

Baca juga : Cara Menanam Pare Paria

Saiwi Caisim adalah tanaman musiman berumur pendek. Tanaman ini tahan terhadap air hujan, sehingga dapat ditanam sepanjang tahun tanpa mengenal musim. 

Selain tidak membutuhkan lahan yang luas dan juga tumbuhnya tanpa mengenal musim, sawi caisim juga biasanya mudah ditemukan pada kuliner mie ayam  atau nasi goreng.

Menanam Caisim sangatlah mudah. Tentunya selain bisa dijadikan hobi untuk bercocok tanam di rumah, hal ini bisa menjadi peluang usaha sampingan yang menarik.

Bentuk tanaman sawi Caisim ini memiliki tangkai daun yang panjang dan tipis. Daunnya halus dan tidak berbulu serta berwarna hijau segar.

Jika Anda tertarik untuk menanam sawi Caisim, caranya cukup sederhana.

Berikut cara menanam sawi caisim yang baik dan benar agar tidak gagal panen :  

  1. Persiapan benih sawi caisim

Bibit adalah benih tanaman yang berbentuk biji. Biji sawi sangat kecil dan berwarna hitam. 

Perhatikan benih sawi caisim yang ingin anda tanam. Pilihlah benih yang kondisinya bagus dan tidak kriput.

2. Persiapkan media tanam

Tentukan area di mana Anda akan menanam. Baik itu langsung di tanah maupun di dalam pot/polybag.

Sawi caisim membutuhkan penanaman tanah sedang / gembur. Anda harus terlebih dahulu menambahkan kompos dan pupuk kandang. Jika Anda memiliki tanah yang subur. Anda bisa membuat media tanam sendiri.

Caranya adalah dengan menutup tanah dengan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1.

Jika ingin menanam dalam pot. Pilih pot dengan diameter minimal 20 cm. Isi pot dengan bahan tanam.

Taburkan pupuk pada penanaman 2 minggu sebelum waktu tanam yang direncanakan. Secara umum, setidaknya dibutuhkan 1 kg/m2 pupuk.

3. Penyemaian  benih

Penyemaian benih dilakukan dengan cara merendam benih dalam air selama 2 jam. Setelah direndam, benih siap ditanam di media semai.

4. Penanaman benih sawi caisim

Anda harus membuat lubang  pada media tanam yang telah disiapkan sebelumnya dengan jarak lubang 10 x 15 cm.

Ambil biji sawi caisim yang sudah memiliki 3-4 helai daun. Kemudian sirami perlahan sampai tanah lembab. Penanaman benih dianjurkan pada sore hari. 

5. Perawatan

Sayuran sangat membutuhkan air. Maka dari itu perawatan yang harus dilakukan yakni sirami sawi caisim secara teratur 1-2 kali sehari (pagi/sore)

Untuk tanaman yang pertumbuhannya tidak optimal, segera lakukan penyulaman yaitu. mengganti tanaman dengan bibit baru.

Ciri-ciri tanaman yang tidak tumbuh maksimal adalah layu dan terlihat tanda-tanda penyakit.

Untuk mencegah hama dan penyakit tanaman, Anda juga harus melakukan tindakan pencegahan dengan cara merawat kebersihan tanah, termasuk drainase. Lantai tidak boleh terlalu basah. Karena jika lantai terlalu basah, bisa menyebabkan tempat berkembang biaknya jamur dan bakteri.

6. Panen

Sawi Caisim umumnya dapat dipanen setelah 20 hari tanam. Cara pemanenan sawi caisim  adalah dengan mencabut tanaman dan bersihkan akar dari lumpur atau tanah.

Itulah cara menanam sawi caisim yang baik dan benar agal tidak gagal panen. Bercocok tanam Sawi Caisim selain tidak sulit, juga prosesnya tidaklah memakan waktu yang lama dan pekarangan rumah Anda yang tidak terpakai bisa diubah menjadi kebun sayuran Anda sendiri. Selamat mencoba bercocok tanam sawi caisim ***

Exit mobile version